Saturday May 19

Dari Kami, Untuk Kirana

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Hey, Guys..

Nggak nyangka, ya, Kirana (Kibaran Seni Arek Smasa) udah usai. Tapi, masih mau tahu Kirana after party, kan? Berikut beberapa catatan dari reportase buat kamu.. Check these out, yach!

Kirana dwi tahunan kali ini a.k.a Kirana XII berlangsung tanggal 20 November 2010. Acaranya dibagi jadi acara pagi yang dimulai dari tujuh tiga puluh tepat  dan acara malem dari jam tujuh tiga puluh tepat juga (if we talk based on schedule, loh, ya..). Soal isi acaranya, jangan ditanya, deh. Buanyakk banget. Dari yang pasti ada kayak paduan suara dan band sampai atraksi bela diri dari Merpati Putih, juga seni tari yang gak ketinggalan, masih banyak lagi, pokoknya. Kita-kita sendiri, sebagai arek Smasa, wajib make dresscode tiap kelas dan nyiapin yel-yel. Kebayang, kan, serunya? The point is, kita bener-bener berusaha nyuksesin Kirana dari awal dan ngerasain serunya pas hari H.

Tapi, tiap orang kan pasti punya persepsi berbeda-beda. Nah, di catatan kali ini, kita bakal sedikit bagiin pendapat dari beberapa siswa Smasa dan salah satu pembina kesiswaan kita yang gaul abis, Pak Hariadi.

 

 

Buat anak kelas sepuluh sekarang, Kirana XII adalah pengalaman pertama mereka. Mereka yang masih bau kencur ngendon di bangku Smasa adalah makhluk-makhluk yang antusias banget nyambut Kirana selain penghuni kelas sebelas. Makanya, bisa diitung dengan kasat mata, kalau pengisi acara di Kirana sebagian besar adalah siswa kelas sepuluh, seperti Tari Rantak yang seluruh anggotanya adalah anak kelas sepuluh dan penampilan teater yang juga didominasi anak yang baru lima bulan kenal Smasa ini. Woow. Seneng banget, ya, lihat antusiasme mereka. Nah, apa, ya, pendapat mereka tentang Kirana XII?

Okta Eka Suryani, atau biasa dipanggil Okta, salah satu cewek penghuni kelas sepuluh tiga mantap menjawab, “Konsep dan jalannya Kirana udah bagus, kok!” Gak ada kekurangannya gitu? “Ada, lah. Konsep dan tujuannya bagus dan bermanfaat banget. Tapi, menurut aku, nih, pelaksanaannya aja yang kurang maksimal. Rasanya masih kurang persiapan, ditambah lagi pengaturan acara yang kurang tepat gitu.” jelasnya panjang lebar. Wah, masih banyak yang perlu dibenahi buat Kirana XIII, ya. Semangat!

Terus, buat kakak-kakak kelas dua belas, Kirana XII adalah even Kirana yang kedua selama mereka belajar di Smasa. So, mereka pasti punya perbandingan antara Kirana XI dan Kirana XII. Coba, deh, kita denger cuap-cuap dari salah satu penghuni kelas XII IA 3, Faris Iradatullah atau biasa dipanggil Bucek. “Kirana XII? Hmm. Menurutku, konsepnya udah bagus. Cuma, kayaknya ada penurunan aja. Yang sekarang, lebih terasa jenuh dibanding yang dulu.” Nah, satu pendapat membangun lagi buat kita, nih, friends.

Eng-ing-eng. Barusan udah tahu pendapat dari beberapa anak Smasa. Trus, kita denger dari salah satu guru sekaligus pembina kesiswaan yang ganteng ini, yuk. Heheh. Ketika dijumpai di ruang guru beberapa hari setelah Kirana, Pak Hariadi antusias banget menjawab, “Kirana sukses,walaupun tanpa bintang tamu.” Wah, bener-bener. “Ini justru yang benar, karena Kirana sendiri kan Kibaran Seni Arek Smasa. Jadi, sudah seharusnya yang ditampilkan adalah kreativitas anak-anak sendiri. Saya lihat, antusiasme dan partisipasi siswa Smasa sudah besar, kok, untuk Kirana.” Hmmm. Bisa dilihat, tuh, dari Smasa yang nggak pernah sepi dari latihan persiapan Kirana sebelumnya.

Emang Kirana udah berhasil mengeksplor bakat seni dari siswa, Pak? “Iya, iya, pastinya. Sudah bagus sekali juga.” Ketika ditanya apa saja kekurangan Kirana XII yang bisa diperbaiki buat Kirana XIII, Pak Hariadi memajukan duduknya dan menjawab panjang lebar, “Pertama, tidak berfungsinya stan-stan ekskul yang ada di Kirana. Kedua, untuk apa penonton wajib membuat yel-yel, padahal mereka seharusnya benar-benar menikmati panggung. Kemudian, pada susunan acara. Kirana XII tidak memberi kesempatan bagi guru untuk berpatisipasi, misalnya kenang-kenangan guru. Padahal acara ini tidak hanya milik siswa, kan? Ada juga beberapa susunan acara yang diulang padahal tidak perlu.” Wah, wah. Pendapat yang wajib banget ditampung, nih. Terima kasih, ya, Pak.

Nah, itu tadi catatan kecil dari salah satu anggota reportase kita. Well, nothing’s perfect, right? Kirana XII sendiri menurut penulis udah bagus banget, kok. Cuma aja, kita nggak bisa ngehindarin kenyataan kalau memang masih banyak kekurangan yang menyertainya. Gimana caranya untuk generasi arek Smasa berikutnya buat ngebikin Kirana yang terus berbenah menjadi lebih baik.

Semoga Kirana selanjutnya menjadi ajang penampung daya kreasi siswa Smasa yang terus berkibar. Chayo, Kirana! Chayo, Smasa! (kyra)


blog comments powered by Disqus

Followers

ADVERTISEMENTS

Hosting Murah Domain Murah

Hosting USA Super Murah