Mengagumkan, Mengesankan, dan Memukau.
Wednesday, 10 August 2011 13:29

Mungkin tiga kata di atas masih belum bisa mengungkapkan pesona even internasional satu-satunya milik Indonesia yang digelar di Jember, Jember Fashion Carnaval (JFC). JFC yang pada tahun kesepuluhnya ini mengambil tema apik ‘JFC X First Decade, Eyes on Triumph’ berhasil menarik perhatian puluhan ribu masyarakat dan ribuan media serta fotografer dari penjuru Indonesia bahkan mancanegara. Penampilan street fashion sepanjang Alun-Alun hingga GOR Pemuda Kaliwates tersebut berlangsung dengan menawarkan 10 defile yang merupakan best defile dari tahun pertama JFC hingga tahun kesepuluh ini. Bukan JFC namanya bila hanya bisa disebut sederhana atau bagus semata. Selama kurang lebih lima jam parade, decakan kagum dari penonton di sepanjang rute mengisi atmosfer Jember yang begitu cerah pada sore 24 Juli kemarin. Dari talent defile paling unik, mahal, hingga berestetika seni seluruhnya dihadirkan di JFC. Sebuah even bergengsi yang memang sayang untuk dilewatkan.
Komentar senada diutarakan salah satu penguni Smasa, Putri Cendikiawati. Putri yang tiap hari jadi bagian dari XI IA3 ini sambil malu-malu mengatakan bahwa JFC X kemarin sukses besar.
“JFC bagus. Bule aja sampe dateng nonton kemarin. Malah ada yang ikutan jadi talent.”
Hmmm. JFC memang seru, kan? Tapi cewek berkerudung ini juga memberi kritik yang perlu diambil sebagai pelajaran.
“Tapi sayang... Penontonnya nggak tertib,”
Fakta yang diungkapkan Putri memang benar-benar terjadi di lapangan. Redaksi sendiri yang terjun langsung di lapangan memang mengakui kekurangan yang tampak begitu jelas dari even JFC ini. Karena begitu penasaran dengan kemahsyuran JFC, penonton yang mungkin sudah begitu tak sabar berusaha menonton di luar batas yang ditentukan. Jadilah, kesemrawutan mewarnai berlangsungnya JFC. Selain itu, banyak sekali penonton yang berusaha mendekati para talent dan berfoto dengan mereka. Hal ini jelas mengganggu kelangsungan street fashion. Yaaaah, bukan salah masyarakat itu sendiri juga, sih. Karena aparat polisi yang bertugas menjaga justru berfoto pula dengan para talent di tengah arena fashion. Bukan jadi teladan yang baik, dong. Mungkin JFC memang even internasional, tapi sepertinya masyarakat Jember sendiri yang belum siap menjadi tuan rumah yang baik.
Namun, lepas dari kekurangan kecil tersebut, JFC X kemarin bisa disebut sukses besar dan tidak ada kata kecewa menjadi penikmatnya. Semoga JFC terus mengembangkan karyanya dan kita semakin siap menjadi tuan rumah. ;)
See ya in JFC XI, cokocipers! Jangan lupa buat datang ke Jember tanggal 8 Juli tahun depan, yaa. Dijamin nggak bakal nyesel, deh. (ariirawr)
| < Prev | Next > |
|---|







