Cerpen Nggak Jelas...
Monday, 15 December 2008 15:32
ENGLISH
Sakamoto Kyuuichi is a Tsuchinoko who worked for a detergent-selling private company in Hokkaido that is in the edge of it's end. Stressed by the truth of life, he took a 3-month trip to the Southeast Asia. At some time of his trip, he arrived in a peaceful village in the slope of Mt. Merapi, Indonesia.
In the village, lived George de Fellamestre von Carfuniel III and Sutijo, two twin chickens. George whose also knows as Michael, was a visionary chick. He planned to take Earthworm-Plucking major in Harvard University. He also planned to take Ground-Scratching minor. Sutijo was the opposite of his twin. He planned to continue his mother's business of selling fresh eggs and iPod. Besides, he fell in love to Siyem, the most lovely chick in the village.
At a time, Sakamoto was starving. He wanted to get some food in the nearest restaurant. Unfortunately, he was lost in the middle of a rice field in a isolated village. Meanwhile, Michael and Sutijo were talking about their future, justice, and the chicken slaughter on a plate of gudeg. The starving Sakamoto ambushed Sutijo from behind. He used the technique he trained with Obata clan for decades. The keen eyes of Michael saw his movement, making Sakamoto shocked and very nervous.
Within the same time, Schweizer de Kreuz, (19) was travelling underground. He was upset for getting fired by the digging and t-shirt company he worked on. He got fired because he gave false information about boxed meals. The box with red rubber band was supposed to contain spicy food, while the one with green band wasn't spicy. He gave the opposite information to his art director whose was alergic to spicy foods. Because of the accident, the poor art director was taken to the nearest emergency room and passed away several minutes later. The company blame Schweizer for his mistake and fired him. Unsatisfied with the condition, he dug out from the ground and was completely shocked with the sight of Michael's gigantic figure with his thrilled look seeing his brother Sutijo whose was nearly eaten by Sakamoto.
20 years later, everything has changed. Michael and Sutijo have became full fledged and brave roosters. Even so, they both have very different vision. The difference turned them into enemies. In addition, Sutijo was upset because Michael didn't warn him that was in danger of being eaten.
Meanwhile, Sakamoto is at the worst time of his life. After failed on eating Sutijo, he lived alone in the cruelty of the Tokyo's crowd. He spend his time drunk in a cheap club and very ironically earns some money by working as a nightwatcher of Tsuchinoko kidneys warehouse. He depends of the mercy of the people around him.
Somewhere else, Schweizer succesfully ran a multilevel marketing. By selling medicines, he gained the highest position in the company. He now spends his days in the beautiful Keteb Pass, Merapi, with his beautiful wife Ngatiyem and 4 succesfull children. Kunstman his first son became a lecture in Oxworm University. His second son Weingart married to a boxed meal company that fired him long time ago. Now the company has reached international level and is soon going to be Weingart's. Michelle is the very first pianist in the world that is said to exceed Beethoven. Her husband is a president of salt-disintegrator company. The last son Sirajagukguk is studying in Atmajaya college, Jogjakarta. At the same time, he works as a military advisor in Russia.
At the other place, Siyem, the chick that made every chicken went crazy at her young, now lives as a simple housewife running a catering and nuclear weapon developent company in Mt. Merapi's slope. She lives happily with her husband and 2 kids.
That is all of this short yet scary story. One dramatic story that really moves your soul and body.
BAHASA INDONESIA
Sakamoto Kyuuichi adalah seekor Tsuchinoko yang bekerja pada suatu perusahaan swasta di Hokkaido yang bergerak di bidang deterjen yang sedang berada di ujung kebangkrutan. Stress menghadapi kenyataan hidup, ia membeli tiket promosi 3 bulan berlibur ke Asia Tenggara. Suatu hari ia sampai di sebuah pedesaan yang tenang di lereng gunung Merapi, Indonesia.
Di sana hiduplah George de Fellamestre von Carfuniel III dan Sutijo, dua ekor anak ayam bersaudara. George atau sering dipanggil Michael, adalah seekor anak ayam visioner. Ia berencana mengambil jurusan Mematuk Cacing di Harvard. Ia juga berencana mengambil minor Mengais Tanah. Sutijo adalah kebalikan saudara kembarnya. Ia berencana meneruskan usaha ibunya dalam berdagang telur dan iPod. Selain itu ia telah jatuh hati pada Siyem, kembang desa pujaan hati para ayam di desa itu.
Suatu saat, Sakamoto sedang kelaparan. Ia memutuskan untuk mencari warteg terdekat. Namun sayang saat itu ia sedang berada di tengah sawah di desa yang terpencil. di saat itu Michael dan Sutijo sedang bercakap-cakap tentang masa depan, keadilan, dan pembantaian ayam di atas sepiring gudeg. Sakamoto yang kelaparan segera menyergap dari belakang Sutijo. Ia menggunakan teknik yang dilatihnya bersama klan Obata selama puluhan tahun. Namun sayang mata tajam Michael menangkap gerakan itu. Sakamoto yang ketahuan gelagatnya pun terkejut dan merasa grogi.
Di saat yang sama, Schweizer de Kreuz, (19) sedang berkelana di bawah tanah. Ia sedang merasa sedih setelah dipecat dari perusahaannya yang bergerak di bidang penggalian dan sablon kaos. Ia dipecat karena kesalahan sepele, yaitu memberikan informasi yang salah tentang nasi bungkus. Seharusnya nasi bungkus yang berkaret merah memiliki rasa pedas, sedang berkaret hijau tidak pedas. Ia memberikan informasi yang terbalik kepada art director perusahaannya yang kebetulan alergi pedas. Akibat kejadian itu art director yang malang harus dilarikan ke ICU terdekat dan meninggal tak berapa lama kemudian. Perusahaan melimpahkan kesalahan tersebut pada Schweizer dan memecatnya. Merasa tak puas dengan keadilan ini ia menyeruak keluar dari tanah dan sangat terkejut ketika melihat sosok Michael yang menjulang tinggi di hadapannya dengan wajah yang sedang tegang dan terkejut menyaksikan saudara kandungnya, Sutijo, yang terancam mati oleh keganasan Sakamoto.
20 tahun kemudian, segalanya telah berubah. Michael dan Sutijo sudah menjadi ayam yang gagah dan dewasa. Meskipun demikian, keduanya memiliki visi yang berbeda. Perbedaan ini membuat keduanya bermusuhan. Apalagi Sutijo merasa dendam kepada Michael yang kala itu tidak memperingatkan dirinya yang terancam bahaya.Di saat yang sama Sakamoto terus terpuruk dalam keadaannya. Setelah gagal memangsa Sutijo, ia hidup sendirian di keramaian Tokyo yang kejam. Ia menghabiskan harinya dengan mabuk-mabukan di sebuah klub yang kumuh, dan hanya hidup dari pekerjaannya sebagai penjaga malam sebuah gudang penyimpanan empedu Tsuchinoko, sungguh ironis. Ia juga sangat bergantung pada belas kasihan orang-orang di sekitarnya.
Sementara itu, Schweizer telah berhasil menjalankan bisnis MLM perusahaan T**ns. Dengan menjual obat-obat berkhasiat ia berhasil meraih kedudukan tertinggi di perusahaan itu. Ia kini hidup di Keteb Pass, Merapi dengan istrinya yang cantik, Ngatiyem dan 4 anaknya yang telah sukses. Anaknya yang pertama, Kunstman berhasil menjadi pengajar di Oxworm. Anak yang kedua, Weingart, menikah dengan putri dari perusahaan nasi bungkus yang membuat dirinya dipecat dulu. Kini perusahaan tersebut telah mencapai level dunia dan tinggal menunggu hak milik jatuh ke tangan Weingart. Anak yang ketiga, Michelle menjadi seorang pianis pertama yang disebut-sebut mengalahkan Beethoven. Suaminya adalah direktur perusahaan yang bergerak di pemusnahan garam. Anak yang keempat, Sirajagukguk masih berkuliah di Atmajaya Jogjakarta. Namun ia berhasil memperoleh pekerjaan part time sebagai penasihat Militer Rusia.
Di lain tempat, Siyem, wanita yang membuat hati para ayam tergila-gila di masa mudanya, kini hanya hidup sebagai ibu rumah tangga sederhana yang menjalankan perusahaan katering dan pengembangan senjata nuklir di lereng gunung Merapi. Ia hidup bahagia bersama keluarganya yang sederhana dengan 2 anak.
Demikianlah kisah yang singkat dan mengerikan ini. Sungguh kisah dramatis yang menggetarkan jiwa dan raga.
BOSO JOWO
Sakamoto Kyuuichi iku Tsuchinoko sing kerjo nang perusahaan swasta nang Hokkaido sing gawe deterjen sing meh bankrut. Mergo stress ndalani urip, deknen tuku tiket promosi 3 sasi dolan nang Asia Tenggara. Terus deknen teko nang ndeso sepi nang sikil Merapi, Indonesia.
Nang kono ono George de Fellamestre von Carfuniel III lan Sutijo, rong kuthuk sing seduluran. George sing undangane Michael, iku kuthuk sing visoner. Deknen meh njupuk Jurusan Nothol Cacing nang Harvard. Deknen yo meh njupuk minor Nguthek Lemah. Sutijo iku walikan sedulur kembare. Deknen meh nglanjutke usahane mbokne dodol endhog karo iPod. Opo meneh deknen tresno karo Siyem, kuthuk paling ayu sakndeso.
Kacritane, Sakamoto lagi ngelih. Deknen meh nggolek warteg. Ning deknen lagi nang tengah sawah ning ndeso sing mblasuk tenan. Pas kuwi, Michael karo Sutijo lagi kongko-kongko bab masa depan, keadilan, karo pembantaian pitik nang dhuwur piring gudeg. Sakamoto sing ngelih banjur nyerang seko mburine Sutijo. Deknen nganggo teknik sing disinauni wis ket biyen karo klan Obata. Ning sayange motone Michael ndelok gerakan iku. Sakamoto sing konangan njur kaget lan grogi.
Pas kuwi, Schweizer de Kreuz, (19) cacing pengangguran lagi mrembet ngisor lemah. Deknen gek susah mergo dipecat seko perusahaane sing nggali lemah lan nyablonkaos. Deknen dipecat mergo kesalahan sing cilik, ngandhani informasi sing salah bab sego kucing. Kudune sego bungkus sing karete abang iku pedhes, sing karete ijo ra pedhes. Deknen kuwalik ngandhani art director perusahaane sing ndilalahe alergi karo panganan pedhes. Mergo kuwi, art director kudu digowo nang ICU trus njur bar kuwi mati. Perusahaane nyalahke Schweizer banjur mecat deknen. Ngroso ra gayeng karo keadilan iki, deknen njebol metu seko lemah terus kaget banget ndelok awake Michael sing dhuwur banget ning ngarepe deknen karo rai sing gek tegang lan kaget ndelok sedulure dewe, Sutijo, meh mati mergo ganase Sakamoto.
20 tahun sak uwise, kabeh wis malih. Michael lan Sutijo wis dadi bekisar sing gagah lan gedhe. Ingkang menika, cah loro kuwi bedo visi. Bedo visi iki marai cah loro iki mungsuhan. Opo meneh Sutijo jengkel karo Michael sing pas kuwi ora ngeloke deknen sing meh wae cilaka. Bentrok iki lanjute nang.
Pas kuwi, Sakamoto terus keblasuk. Bar gagal nguntal Sutijo, deknen urip dewean nang ramene Tokyo sing kejem. Deknen gur mabuk-mabukan nang klub sing elek, lan gur urip seko gaweane jogo wengi nang gudang stok empedu Tsuchinoko, ironis tenan. Deknen yo gur nggantung karo sumbangan seko wong-wong cedhake.
Terus Schweizer wis berhasil ndalanke bisnis MLM perusahaan T**ns. Mergo dodolan obat-obat manjur, deknen iso entuk jabatan dhuwur nang perusahaan kuwi. Saiki deknen uripe nang Keteb Pass, Merapi karo bojone sing ayu, Ngatiyem karo 4 anake sing wis dadis. Anake sing mbarep, Kunstman iso dadi dosen nang Oxworm. Anak sing nomer loro, Weingart, rabi karo anake sing duwe perusahaan sego kucing sing marai deknen dipecat biyen. Saiki perusahane kuwi wis dadi perusahaan gedhe nang donya lan tinggal ngenteni perusahaane dadi duwene Weingart. Anak sing ketelu, Michelle dadi pianis nomer siji sing disebut-sebut ngalahke Beethoven. Bojone iku direktur perusahaan sing nglebur uyah. Anak ragil, Sirajagukguk isih kuliah nang Atmajaya Jogjakarta. Nanging deknen iso entuk gawean nyambi dadi penasihat Militer Rusia.
Ning panggon liya, Siyem, wedok sing marai poro pitik kesengsem pas enom, saiki gur dadi ibu rumah tangga biyoso sing ndalanke perusahaan katering lan gawe senjata nuklir nang sikil nggunung Merapi. Deknen urip seneng karo kaluwargane sing biyoso lan duwe 2 anak.
Iku mau crito sing cekak lan medeni. Crito apik tenan sing ngobahke awak karo sukmo.
Diambil dari halaman http://k-lenx.deviantart.com/art/Suatu-Hari-yang-Cerah-80503103 dengan sama sekali tidak ada perubahan.
| < Prev |
|---|







