ENGLISH
Sakamoto Kyuuichi is a Tsuchinoko who worked for a detergent-selling private company in Hokkaido that is in the edge of it's end. Stressed by the truth of life, he took a 3-month trip to the Southeast Asia. At some time of his trip, he arrived in a peaceful village in the slope of Mt. Merapi, Indonesia.
In the village, lived George de Fellamestre von Carfuniel III and Sutijo, two twin chickens. George whose also knows as Michael, was a visionary chick. He planned to take Earthworm-Plucking major in Harvard University. He also planned to take Ground-Scratching minor. Sutijo was the opposite of his twin. He planned to continue his mother's business of selling fresh eggs and iPod. Besides, he fell in love to Siyem, the most lovely chick in the village.
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.
Ludwig van Beethoven adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman.Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli hingga membuatnya sedih dan depresi.
Sumber lain dari kesedihannya adalah tak berhasilnya ia mendapatkan ‘teman hidup’. Banyak wanita bangsawan yang sering dicintainya namun umumnya cintanya bertepuk sebelah tangan.
Lepas dari kemuramannya karena sakit otoslerosis yang menyebabkan ketulian pada telinganya yang menjadi nyawa seorang komponis, Beethoven mulai membuat komposisi hingga pada tahun 1805 menggubah Symphony No. 3 in Eb ‘Eroica’, Op. 55.
Baca Lanjutan : Beethoven, Legenda dan Symphony No. 3 Eroica
Page 2 of 2







